Disusun Oleh: ZULFA ’AFIFAH - 07530063
Cerita tentang imam Mahdi yang sangat simpang siur serta banyak sekali versinya, menimbulkan banyak persepsi di seluruh lapisan serta golongan masyarakat dunia, baik muslim maupun non-muslim, dan yang paling khawatir bahkan ketakutan adalah yang non muslim, karena mereka merasa terancam terkuak kesalahannya.
Bagi orang islam tidak menjadi masalah apapun selain menjadi kabar gembira akan datangnya seorang pemimpin yang akan mengembalikan kejayaan, kebesaran serta keagungan islam agama dari Allah, apapun versi cerita tersebut, terutama versi hadis yang shahih, terkecuali versi yang memang direkayasa untuk menyesatkan ummat.
Paling tidak cerita tentang imam Mahdi tersebut dapat membuat kita kembali mengingat Islam yang pernah mencapai puncak kejayaannya pada zaman Rasulullah SAW, yang kemudian menjadi terpuruk pengamalannya sebab digerogoti oleh segala macam masalah yang muncul.
Masa imam Mahdi adalah masa yang diberikan Allah atas permintaan Rasulullah SAW, demi seluruh ummatnya agar mendapatkan kesempatan untuk terselamatkan dalam naungan kebenaran Islam yang menjadi rahmat bagi semesta alam.
Masalah kedatangan imam Mahdi ini menimbulkan banyak sekali pertanyaan serta rasa penasaran bagi seluruh umat, misalnya apakah beliau benar-benar terbukti ada dan akan muncul pada masa yang akan datang, ataukah semua itu hanya disusun oleh seseorang atas dasar khayalan belaka?
Dari pertanyaan tersebut, penulis akan mencoba sedikit menguraikan dan menjelaskannya dalam makalah sederhana ini berdasarkan informasi-informasi yang telah penulis peroleh. Semoga bermanfaat dan segala kekurangan dapat dimaklumi.
B. Redaksi hadis tentang Cerita dan Ciri ciri Kedatangan Imam Mahdi
4073 حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَرْوَانَ الْعُقَيْلِيُّ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ بْنُ أَبِي حَفْصَةَ عَنْ زَيْدٍ الْعَمِّيِّ عَنْ أَبِي صِدِّيقٍ النَّاجِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَكُونُ فِي أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ إِنْ قُصِرَ فَسَبْعٌ وَإِلَّا فَتِسْعٌ فَتَنْعَمُ فِيهِ أُمَّتِي نِعْمَةً لَمْ يَنْعَمُوا مِثْلَهَا قَطُّ تُؤْتَى أُكُلَهَا وَلَا تَدَّخِرُ مِنْهُمْ شَيْئًا وَالْمَالُ يَوْمَئِذٍ كُدُوسٌ فَيَقُومُ الرَّجُلُ فَيَقُولُ يَا مَهْدِيُّ أَعْطِنِي فَيَقُولُ خُذْ.[1] (رواه ابن ماجه)
Artinya: Nabi bersabda: “Akan datang di kalangan umatku al-Mahdi, yang hidup dan bergabung bersama mereka selama tujuh (minimal) hingga sembilan tahun (maksimal). Kemudian mereka menikmati kenikmatan yang luar biasa (selama 7 sampai 9 tahun) yang tidak pernah mereka rasakan (sebelumnya), dan diberikan pula kepada mereka makanan serta tidak ada suatu apapun yang dapat merendahkan (derajat mereka), hingga suatu ketika mereka melihat harta yang berlimpah, lalu datanglah seorang lelaki (kepada al-Mahdi) seraya berkata: "Wahai al-Mahdi, berikanlah kepadaku. Al-Mahdi berkata: ambillah (sesuka hatimu”).
Setelah dilakukan proses takhrij berkenaan dengan hadis di atas, hadis tersebut berkualitas dhaif, akan tetapi dapat kita jumpai pula bahwa ternyata ada hadis lain yang bertema sama dengan hadis tersebut yang berkualitas berbeda.
Hadis tersebut dhaif walaupun sanad hadis tersebut muttasil marfu’, namun kebanyakan rawinya adalah peringkat 2, 3, 5 dan ada satu rawi yang berada pada tingkat 8, sedang penilaian berdasarkan jarh wa ta’dil menunjukkan bahwa meskipun kebanyakan ulama’ mengatakan bahwa rawi-rawi dalam hadis di atas tsiqah, suduq akan tetapi ada salah seorang perawi yang dinilai shalih dan dhaif yaitu Zaid ibn Khawariy.
Di bawah ini adalah hadis-hadis bertema sama dengan kualitas berbeda yang berbeda yang diperoleh dari proses takhrij:
1. Sunan Abu Daud no. 3736[2]:
حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ تَمَّامِ بْنِ بَزِيعٍ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ الْقَطَّانُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَهْدِيُّ مِنِّي أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى الْأَنْفِ يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِينَ (رواه أبو داود)
Dari Abu Sa’id al Khudri, RAsulullah bersabda: “Al-Mahdi berasal dari keluargaku, ubun-ubunnya tidak berambut, berhidung mancung, dia akan menyebarkan keadilan dan kebijaksanaan di seluruh penjuru bumi setelah sebelumnya diliputi oleh kedzaliman dan kerusakan, dan dia berkuasa selama 7 tahun”.
2. Sunan Tirmidzi no. 2158[3]
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَال سَمِعْتُ زَيْدًا الْعَمِّيَّ قَال سَمِعْتُ أَبَا الصِّدِّيقِ النَّاجِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ خَشِينَا أَنْ يَكُونَ بَعْدَ نَبِيِّنَا حَدَثٌ فَسَأَلْنَا نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ فِي أُمَّتِي الْمَهْدِيَّ يَخْرُجُ يَعِيشُ خَمْسًا أَوْ سَبْعًا أَوْ تِسْعًا زَيْدٌ الشَّاكُّ قَالَ قُلْنَا وَمَا ذَاكَ قَالَ سِنِينَ قَالَ فَيَجِيءُ إِلَيْهِ رَجُلٌ فَيَقُولُ يَا مَهْدِيُّ أَعْطِنِي أَعْطِنِي قَالَ فَيَحْثِي لَهُ فِي ثَوْبِهِ مَا اسْتَطَاعَ أَنْ يَحْمِلَهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو الصِّدِّيقِ النَّاجِيُّ اسْمُهُ بَكْرُ بْنُ عَمْرٍو وَيُقَالُ بَكْرُ بْنُ قَيْسٍ.
Dari Abu Sa'id al-Khudri r.a., dari Nabi SAW. bersabda: Sungguh dari ummatku (nanti) akan muncul al-Mahdi, yang hidup (bersama pengikutnya) lima, tujuh, atau sembilan, Sa'id yang meriwayatkan hadis ini, ragu-ragu. Lalu kami bertanya, apa maksudnya yang demikian itu?" Ia menjawab: "Tahun." Sabda Nabi selanjutnya: "Maka datanglah seorang laki-laki kepadanya, lalu berkata: "Hai Mahdi berilah aku!" Kata Mahdi: Kemudian ia datang kepadanya membawa (sesuatu) dengan kainnya sekuat-kuat ia membawanya.
C. Penjelasan Hadits Cerita dan Ciri ciri Kedatangan Imam MahadiDalam hadis pokok tadi bahwasanya diterangkan akan datang di kalangan umat nabi Muhammad seorang al-Mahdi yang hidup dan bergabung bersamanya selama tujuh hingga sembilan tahun. [4] Kemudian mereka menikmati kenikmatan yang luar biasa yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya dan diberikan pula kepada mereka kenikmatan- kenikmatan berupa makanan dan sesuatu yang membuat mereka bahagia. Kekayaan-kekayaan yang dimiliki oleh Imam tersebut senantiasa diberikan kepada siapa saja yang menginginkan dan membutuhkannya.
Dari takhrij yang dilakukan terhadap hadis pertama, ditemukan 2 hadis yang selaras namun dalam matannya mengenai berapa tahunkah imam Mahdi hidup di dunia terdapat perbedaan makna, yakni hadis pertama menggunakan lafadz فَسَبْعٌ وَإِلَّا فَتِسْعٌ ( 7 sampai 9 tahun) kemudian hadis kedua menggunakan lafadz سَبْعَ سِنِينَ (7 tahun) dan hadis yang ketiga yakni خَمْسًا أَوْ سَبْعًا أَوْ تِسْعًا (5, 7, 9 tahun). Jadi mengenai tahun berapa lamanya tidak bisa diperkirakan secara pasti.
Agar lebih jelasnya mengenai seluk beluk imam Mahdi dalam hadis tersebut dan bagaimana penjelasan tentangnya maka kita perlu mengetahui sejarahnya, tentunya berdasarkan hadis yang telah disabdakan oleh Nabi kita, Muhammad SAW.
a. Siapakah imam Mahdi itu? Sejarah imam Mahdi dalam Kajian IslamKetika sedang gencar-gencarnya fitnah Dajjal di alam ini, dan manusia banyak yang menjadi pengikutnya, tiba-tiba alam ini dikejutkan dengan adanya hatif (suara tanpa rupa) yang mengatakan: Wahai manusia sesungguhnya telah telah keluar di kota Mekkah, ia berasal dari kota Karimah. Keluarnya Imam Mahdi ini bertepatan pada malam sepuluh bulan Dzulhijjah, tahun ganjil dari tahun Hijriyah. [5]
Suara tadi biasa didengar oleh seluruh manusia di dunia ini, dan semua faham akan maksud suara ini. Setelah itu manusia berbondong-bondong pergi ke Mekah, mereka ingin tahu wajah imam Mahdi yang sebenarnya, sedangkan iblis saat itu dalam keadaan bingung, karena orang yang menyelamatkan keimanan manusia telah datang, orang inilah yang nantinya akan menjadi musuh utama Iblis dan Dajjal. Datangnya Imam Mahdi ini adalah salah satu di antara tanda-tanda Kiamat kubro.
Dari segi bahasa,
al-Mahdi berarti orang yang diberi petunjuk. Dalam bidang kepemimpinan dan kenegaraan, al-Mahdi berarti pemimpin yang melaksanakan syariat Allah dan berlaku adil terhadap rakyatnya tanpa membeda-bedakan. Bila kita menilai pemimpin adil berdasarkan makna ini, maka kita akan banyak menemukan pemimpin-pemimpin adil yang diberi petunjuk oleh Allah. Pemimpin dengan kriteria seperti itu berderet sepanjang masa keemasan Islam. Mereka semua dapat dikategorikan al-Mahdi, dalam arti mereka memimpin berdasarkan syariat Allah dan menegakkan keadilan di muka bumi ini. Akan tetapi yang di maksudkan dalam riwayat-riwayat hadits yang akan dijelaskan di sini adalah al-Mahdi yang keluar di akhir zaman bersamaan dengan turunnya Isa al-Masih.[6]
Imam Mahdi yang dimaksud adalah seseorang pemimpin yang memegang kendali umat, memperbarui agama, memimpin dengan landasan Islam, menebarkan keadilan di antara manusia, tidak ada satu sunnah Islam kecuali dia menegakkannya, tidak ada bid’ah kecuali dia memberantasnya pada saat itu. Umat mengecap nikmat di bawah kepemimpinannya yang belum pernah didengar sebelumnya. Beliau adalah seorang Muslim berusia muda yang akan dipilih oleh Allah s.w.t. untuk menghancurkan semua kezaliman dan menegakkan keadilan di muka bumi sebelum datangnya hari kiamat.
Dalam hadis telah banyak yang menerangkan bahwasanya al-Mahdi adalah Muhammad (Ahmad), ia putra Abdullah yang masih keturunan dari Rasulullah SAW dari sayyidina Husein, putra Fatimah binti Muhammad SAW.[7] Juga dalam hadis yang lain, Rasulullah bersabda:
4282حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ أَنَّ عُمَرَ بْنَ عُبَيْدٍ حَدَّثَهُمْ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ يَعْنِي ابْنَ عَيَّاشٍ ح و حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ ح و حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا زَائِدَةُ ح و حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ فِطْرٍ الْمَعْنَى وَاحِدٌ كُلُّهُمْ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ زِرٍّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ قَالَ زَائِدَةُ فِي حَدِيثِهِ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ ثُمَّ اتَّفَقُوا حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ رَجُلًا مِنِّي أَوْ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي زَادَ فِي حَدِيثِ فِطْرٍ يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا وَقَالَ فِي حَدِيثِ سُفْيَانَ لَا تَذْهَبُ أَوْ لَا تَنْقَضِي الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي قَالَ أَبُو دَاوُد لَفْظُ عُمَرَ وَأَبِي بَكْرٍ بِمَعْنَى سُفْيَانَ.[8] هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ
2231 حَدَّثَنَا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الْجَبَّارِ الْعَطَّارُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ زِرٍّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَلِي رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي قَالَ عَاصِمٌ وَأَخْبَرَنَا أَبُو صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَلِيَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.[9]
4135حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى وَأَحْمَدُ بْنُ يُوسُفَ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ الرَّحَبِيِّ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْتَتِلُ عِنْدَ كَنْزِكُمْ ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ ابْنُ خَلِيفَةٍ ثُمَّ لَا يَصِيرُ إِلَى وَاحِدٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَطْلُعُ الرَّايَاتُ السُّودُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ فَيَقْتُلُونَكُمْ قَتْلًا لَمْ يُقْتَلْهُ قَوْمٌ ثُمَّ ذَكَرَ شَيْئًا لَا أَحْفَظُهُ فَقَالَ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ.[10] هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Diantara semua hadis-hadis ini menegaskan bahwa al-Mahdi berasal dari Nabi saw dari putra Fatimah Az-Zahra.
b. Ciri-ciri Kedatang Imam Mahdi IMAM MAHDI adalah seorang lelaki yang masih muda, mukanya bersinar, jenggotnya sempurna, pada pipinya terdapat tahi lalat, kulitnya bangsa Arab (tidak kuning tidak pula hitam). Bentuk tubuhnya seperti bentuk tubuh Israil (besar tinggi).[11] Diantara ciri-cirinya yang lain yang telah dijelaskan oleh hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, merupakan hadis hasil takhrij berkualitas shahih sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu:
4285حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ تَمَّامِ بْنِ بَزِيعٍ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ الْقَطَّانُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَهْدِيُّ مِنِّي أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى الْأَنْفِ يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِينَ (رواه أبو داود)
“Al-Mahdi dari keluargaku, ubun-ubunnya tidak berambut, berhidung mancung, dia akan menyebarkan keadilan dan kebijaksanaan di seluruh penjuru bumi setelah sebelumnya diliputi oleh kedzaliman dan kerusakan, dan dia berkuasa selama 7 tahun.” (H.R Abu Dawud)
Juga dalam hadis yang diriwayatkan Abu Nu’aim dari Hudzaifah bahwa Rasulullah SAW bersabda[12]:
المهدي رجل من ولدي لونه عرب وجسمه جسم اسراءيلي
"Al-Mahdi adalah seorang lelaki dari keturunanku. Warna kulitnya seperti warna kulit orang Arab dan fisiknya seperti orang Israel”
Beliau berujud manusia, begitulah pendapat ulama-ulama besar seperti Imam Hasan Al Bashri Imam Qatadah, Imam Thabrani, Imam Ibnu Majah, Imam Abu Daud, Imam Ahmad (Imam Hambali), Imam Ibnu Hajar Al Haitsami, Imam Abu Hasan Al Iraqi, Imam Al Hafiz Abu Nuaim, Imam Sayuti, Syeikh Al Hafiz Abdullah bin Siddiq, dan banyak sekali lainnya.
Mengenai sifat-sifatnya al-Mahdi adalah seorang manusia yang akhlaknya menyerupai Rasul kita SAW. Kasih sayangnya, pemurahnya, tawadhu’nya, keadilannya, keberaniannya, tawakalnya, sabarnya, takutnya pada Tuhan, khusyuknya dalam shalat.[13]
c. Tanda-tanda Kedatangan Imam Mahdi Dalam bukunya Saleh A. Nahdi disebutkan tanda-tanda munculnya imam Mahdi, diantaranya: